Join my personal BBM Channel C000E9700

Senin, 11 Juli 2011

Jalan-jalan dan Wisata kuliner di Pontianak


Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi kota Pontianak. Lama perjalanan adalah  1,5 jam dengan pesawat dari Jakarta untuk sampai di bandara Supadio Pontianak.

Pontianak merupakan satu-satunya kota di Dunia yang dilintasi garis khatulistiwa karena itu kota ini mendapat julukan "Kota Khatulistiwa", jangan heran kalo pada siang hari cuacanya sangat-sangat panas...

Di kota ini didirikan Monumen Tugu Khatulistiwa (Equator Monument) didirikan tahun 1928, terletak di 3 km dari pusat kota Pontianak


Pada tahun 1990, tugu ini direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu aslinya serta diatas kubah dibuat duplikat tugu yang besarnya lima kali lipat dari tugu aslinya.

Jumat, 08 Juli 2011

Perjalanan ke Manado dan Tomohon

Perjalanan saya ke kota Manado memakan waktu 4 jam lamanya di pesawat, 3 jam jarak tempuh, dan 1 jam adalah waktu percepatan karena Manado termasuk Indonesia bagian Tengah.


Sesampainya di bandara Samratulangi, tertulis kata besar besar “Si Tou Timou Tumou Tou” Apa tuh artinya..??, akhirnya saya Tanya ke sopir Taxi yang mengantarkan saya, ternyata artinya: “Hidup untuk menghidupkan orang lain”. dalam bahasa Manado yang di populerkan oleh Sam Ratulangi.

Letak bandara ke pusat kota ternyata lumayan jauh, memakan waktu 1 jam perjalanan untuk sampai ke Hotel, keluar dari kawasan bandara, taxi saya berjalan di jalan besar, tapi ga lama kemudian, malah berbelok ke jalan kecil menuju ke hutan, sepanjang jalan yang terlihat hanyalah pepohonan hutan, lalu kuburan.., hutan lagi, trus kuburan.., jalannya juga naik turun.., busseeeetttttt…!!, ini mau ke pusat kota apa mau diculik sih..??, dalam hati sempat was-was juga, tapi untunglah akhirnya sampai juga di tempat tujuan…, kata sopir taxi-nya di Manado sedang langka pasokan bensin, sehingga terjadi antrian panjang dimana-mana, jadi untuk menghindari terjebak kemacetan akibat antrian bensin, maka yang dilewati adalah jalan alternative lain..
Sebenarnya kejadian ini juga saya lihat di beberapa kota lain, syukurlah di Jakarta pasokannya aman-aman saja.., semoga bisa segera dibenahi.

Perjalanan ke kota Manado dari bandara ini melewati patung Yesus Memberkati di perumahan Citra Raya Manado...

Kamis, 07 Juli 2011

Perjalanan ke Danau Toba


Pada beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi  Danau Toba, bukan perjalanan ikut tour, tapi lebih ke perjalanan ala backpackers dan ini sharing ceritanya..

Dimulai dari perjalanan pagi hari dengan mobil carteran dari Medan ke Pematang Siantar, yang memakan waktu 4 jam lamanya, dengan jarak tempuh sekitar  128km.

Dijemput dari hotel pukul 8 pagi, berhubung naik mobil carteran, jadi saya harus menunggu sampai mobil carterannya penuh, baru mulai berangkat ke Pematang Siantar.

Sepanjang perjalanan yang terlihat di kanan dan kiri adalah perkebunan kelapa sawit.


Sesampainya di Pematang Siantar, sudah menjelang jam 12 siang. Kota Siantar panas terik.., padahal sudah difilter oleh kaca mobil, tapi panasnya masih menyengat…(hmmm.., hitam dech nich, mana lupa pake sunblock lagi...), Sampai di Pematang Siantar saya langsung diantar ke hotel. 
Setelah selesai check in dan naruh koper di hotel, saya keluar untuk makan siang, kebetulan ada restoran padang tepat diseberang hotel, jadi mampir untuk isi perut… (hmm.. restoran padang dimana-mana rasanya sama semua  ya..)

Selasa, 05 Juli 2011

Ikan Patin bakar bambu yang menggoda selera

Kali ini saya mau bagi-bagi pengalaman wisata kuliner..

Awal mulanya saya membaca artikel mengenai Pondok Ikan bakar Kalimantan, yang membuat saya tertarik untuk mencobanya adalah saya penasaran sama salah satu menu andalan yaitu ikan bakar patin bambu yang kelihatannya menggugah selera, apalagi di review artikel itu ad foto-foto ikan bakar yang bener-bener bikin ngeces.. wadohh…

Berdasarkan informasi hasil browsing-browsing yang saya dapat, restoran itu selalu penuh apalagi pada saat jam makan siang dan sangat disarankan untuk reserve dulu sebelumnya, sebab  jika tidak kemungkinan besar  ikan patin bakarnya bisa keburu habis, sayang khan jauh-jauh datang ga kebagian..

Akhirnya di  sabtu siang yang cerah.. (niat banget sih..), meluncur saya ke tempat yang dituju..,  sempat nyasar-nyasar juga sih, tapi sesuai moto “malu bertanya sesat dijalan..”, setelah Tanya sana-sini, termasuk tanya orang yang jaga gerbang tol, tibalah saya di Cimanggis, dari pintu keluar tol, saya terusin jalan sampai ketemu pertigaan, lalu belok ke kiri, ternyata Restorannya tepat di dekat belokan jalan.
Nah ini dia…, persis seperti yang di gambar..


Pas mau parkir, busyeeettt… penuhnya.., sampai-sampai berjejer di tepi jalan.., ternyata pas belokan tadi banyak mobil parkir itu para tamu yang makan disitu toh…


Kebetulan pas saya mau masuk ke parkiran, eh ada mobil yang keluar, lumayan dech ga perlu cari-cari parkir lagi, teduh pula pas dibawah pohon rindang…

Pesawat transparan


Gara-gara bangunnya kepagian, pas lihat jam ternyata masih jam 4 pagi, mau tidur lagi tapi mata sudah terlanjur seger, jadinya iseng-iseng baca berita. eh ketemu berita menarik nich..

Ini beritanya:

Di masa depan, perjalanan menggunakan pesawat terbang tak lagi berasa di dalam tabung. Di mana hanya ada jendela kecil yang menghubungkan kita dengan dunia di luar.

Nantinya, birunya langit, tebaran bintang di malam hari, Menara Eiffel dan piramida yang menjulang, langit yang 'mengamuk' akan terlihat jelas dari dalam pesawat. Adalah produsen pesawat Eropa, Airbus yang kini tengah mengembangkan konsep pesawat transparan. Para penumpang akan merasakan sensasi melayang di udara


Seperti dimuat Daily Mail, 14 Juni 2011, dinding kabin pesawat masa depan berupa membran dengan kaca transparan. Baik dinding samping kabin maupun atap pesawat. Para penumpang bisa dengan jelas melihat segala sesuatu di depan, samping, juga atas mereka. Dinding pesawat akan berubah tergantung dengan kondisi cahaya. Wah.., keyenn ya.., ga perlu rebutan duduk dekat jendela lagi..


Menarik? Jelas untuk orang berjiwa petualang. Tapi pastinya tidak, untuk Anda yang punya fobia terbang. Kalaupun tak ada gangguan psikologis, penumpang kemungkinan besar akan membutuhkan penutup mata jika pesawat take off atau landing.

Pesawat futuristik ini juga akan dilengkapi dengan zona relaksasi dan bar untuk bersosialisasi. Uniknya, hiburan yang ada dalam pesawat itu digerakkan dengan energi dari panas badan para panumpang pesawat.
 


Sebagian besar teknologi yang digunakan dalam pesawat ini seperti bentuk kursi pesawat dan dan display atap bukan barang baru. Namun, bagaimana Airbus membuat dinding yang transparan masih jadi misteri.